Kesombongan yang menyakitkan

Apakah anda pernah merasa sakit hati ketika telah berbuat hal hal baik pada orang yang sikapnya sangat sombong dalam hidup ini? Mari bayangkan satu cuplikan kisah lewat www.gagal.id yang disampaikan oleh sahabat saya satu tahun lalu,yang juga bisa ditemukan dalam kehidupan sehari hari.

Sebut saja ia adalah seorang pria yang menikah dengan wanita baik baik. Hubungan mereka terjalin baik, kehidupan rumah tangga pun selalu harmonis dan tanpa masalah. Meski sepasang suami istri itu belum mencapai kesuksesan terbaiknya, namun mereka sudah cukup bersyukur bisa memenuhi kebutuhan sehari hari tanpa harus meminjam uang ke yang lain. 

Memang menarik, sepasang suami istri ini tak pernah suka dengan membeli sesuatu dengan cara kredit. Prinsip sederhana yang selalu mereka yakini adalah lebih baik tak memiliki barang dulu daripada harus memaksakan diri dengan pinjam uang kesana kemari untuk membeli barang baru.

Praktis mereka tak pernah punya hutang, kalaupun ada maka jumlahnya dibawah 20.000 , bahkan itupun sudah dianggap sangat tidak nyaman dan akan segera dikembalikan tidak lebih dari 3 hari setelah meminjam. Tampaknya gaya hidup yang sederhana dan apa adanya telah ditempuh oleh sepasang suami istri ini. 

Lalu apakah mereka tak punya penghasilan cukup? Jika dilihat dari hasilnya sebenarnya sudah cukup untuk ukuran orang yang hidup di desa. Sebab suami bisa menghasilkan uang rata rata di atas 4 juta 
tiap bulannya. Bahkan sebagian uang itu berhasil ditabung sebagai persiapan untuk membangun rumah sendiri. 

Mereka harus berjuang untuk membuat rumah dengan jerih payahnya sendiri tanpa bantuan orang atau ataupun atas kebaikan mertua. Keduanya tak pernah berharap mendapatkan warisan, mereka telah menetapkan niat untuk membuat rumah dengan hasil usahanya sendiri. 

Satunya satunya hal yang membuat tidak nyaman adalah keberadaan kakak dari istri. Seorang lelaki yang sudah berumur namun belum mau menikah. Ia tinggal bersama dengan sepasang suami istri itu pada rumah yang ditinggalkan orang tua. 

Kakaknya termasuk tipe orang yang sombong dan pelit, meski tinggal satu rumah, namun mereka tak pernah bercerita layaknya hubungan kerabat dalam satu keluarga. Meski pada kenyataannya semua beban hidup kakak si istri ditanggung oleh suami, namun ia tak pernah sedikitpun melihat kebaikan yang sudah dilakukan.

Kadang kakak lelaki yang sombong itu ketika ditanya pun jawabannya sangat singkat, menunjukkan raut muka orang yang tak suka atau ada rasa kebencian yang disembunyikan. Suami berfikir mungkin karena ia tinggal numpang di rumah orang tuanya, meski status rumah itu pun berhak ditempati oleh semua orang yang menjadi anaknya.

Itulah drama kehidupan, mungkin saja tak hanya suami itu yang mengalami kejadian seperti ini, namun kisah di atas setidaknya bisa memberi pelajaran penting pada kita, mungkin inilah hal yang bisa saya simpulkan dari curhatan teman di atas :

- "Menganggap dan menempatkan secara tepat" seseorang yang sudah menjadi bagian dalam keluarga sangatlah penting, karena kita tak akan pernah bisa hidup sendiri. 

- Kesombongan dalam segala bentuknya akan selalu menyakitkan dan menjadi sikap yang dibenci oleh semua orang. Kita tak sepantasnya menunjukkan kesombongan pada siapapun , dimanapun dan kapanpun. 

- Kesombongan biasanya hanya akan menciptakan jarak dalam pergaulan, saat kita mulai sombong maka akan banyak sahabat yang menjauh dan memilih untuk melupakan semua kesulitan yang akan menimpa di waktu yang lain

Sebagai kesimpulan akhir, saya hanya ingin memperkirakan bahwa suatu hari nanti kehidupan pria yang baik itu akan lebih sukses dibanding yang lain. Saya sangat yakin bahwa saat dia sudah sukses maka kakak ipar lelaki itu akan sangat malu, merasa bersalah dan menyesal telah memberikan sikap yang tak pada tempatnya. 

Sebelumnya semuanya jadi terlambat maka sungguh penting kita tetap menjaga sikap baik dengan siapapun, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada seseorang di masa depan. Orang yang kita anggap hina hari ini mungkin beberapa tahun lagi sudah berubah menjadi manusia yang sukses dan kaya raya. 

Wahai sahabat yang sudah curhat... saya doakan semoga sahabat tetap baik, selalu mendapatkan limpahan karunia dariNya dan bisa segera membangun rumah sendiri dalam waktu singkat.  Mungkin semua kesombongan itu memang harus diterima agar sahabat punya semangat yang kuat untuk segera merealisasikan tujuan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Kesombongan memang menyakitkan bagi orang lain, siapa yang pernah sombong kepada orang orang yang sudah berbuat baik kepadanya maka suatu hari nanti mereka pun akan merasakan hal yang sama dengan cara berbeda meskipun kita tak pernah mendoakan kejelekan pada orang orang yang sudah menunjukkan keangkuhan. 

Kesombongan tak akan berarti ketika kita setuju untuk tidak menerimanya, selama hati kita tak menerima maka tak akan ada rasa sakit, sebab sikap sombong pada dasarnya sampah , kotoran yang berasal dari orang orang yang jiwanya terluka. Jangan sampai kotoran itu membahayakan dan menular ke jiwa kita dengan membalas perbuatannya. 

Saya pun jadi ingat dengan kata kata orang yang bijaksana "tak ada satupun orang yang bisa menyakiti dan anda, kecuali pikiran anda menerimanya". Demikian tanggapan yang bisa saya sampaikan, mohon maaf jika ada uraian yang tidak pantas atau melenceng , sekaligus saya akan membagikan artikel ini di halaman facebook anda . 

Saya pun menyarankan agar sahabat mau belajar pada kesuksesan dari orang orang terdekat (hanya contoh saja) ,dimana itu bisa mencapai sukses karena dibangun di atas keramahan, integritas dan menghilangkan bentuk bentuk kesombongan. Saya yakin jika perusahaan / pribadi ini sombong maka tak akan mendapatkan tempat di hati konsumen konsumennya. Terima kasih. 

100 Orang Sudah Membaca Ini

Tabungan yang paling menguntungkan

Saat anda bertanya sebenarnya tabungan yang paling menguntungkan seperti apa, karena hampir semua bank menyatakan jika produk tabungan yang...

Order Jasa Kami? Cantumkan No HP dan Rincikan Rencana Anda

Nama

Email *

Pesan *