7 Keuntungan Menjadi Nasabah Bank

Pengalaman nyata adalah guru terbaik dari segala guru yang ada di dunia. Tujuh keajaiban yang akan penulis sampaikan bukan sesuatu yang mengada ada atau sekedar karangan fiktif belaka, tetapi merupakan pelajaran penting yang penulis yakini sangat bermanfaat untuk semua orang. Berikut kronologi pengalaman ajaib yang saya rasakan sebagai nasabah Bank.

1. Bank seperti ditakdirkan menjadi bank pertama yang dikenalkan Tuhan kepada saya. Selama bertahun tahun saya tak pernah mengenal transaksi perbankan, saya hanya mengenal istilah bank dari buku pelajaran dan sebagian buku yang saya baca. Tetapi saat itu saya seperti tak memandang penting arti kehadiran bank bagi manusia. 

Saya sekedar hapal nama nama bank, bahkan hingga lulus SLTA saya belum pernah melakukan transaksi dengan menggunakan rekening bank. Mungkin pelajaran mengenai bank di sekolah sekolah akan terasa lebih menyenangkan andai dikenalkan secara langsung melalui praktek nyata, sebab saya merasakan betapa bermanfaatnya kehadiran bank dalam hidup. 

2. Kantor bank pertama saya masuki adalah Bank. Saya masih ingat bagaimana rasanya masuk ke salah satu Kantor Bank Cabang Semarang ketika hendak mengambil uang yang dikirimkan oleh orang tua. Dengan malu malu saya bertanya bagaimana cara melakukan penarikan uang yang ada di rekening tabungan.Dengan penuh keramahan salah satu pegawai Bank menjelaskan agar saya membawa buku tabungan asli dan KTP asli.

Lalu saya diminta untuk mengambil form penarikan , bahkan saya benar benar dimanjakan, karena beliau sendiri yang beranjak mengambil form untuk penarikan uang itu. Jujur saya masih ingat dengan kejadian ini, saya terkesan dengan sikapnya yang tidak main perintah ketika melayani nasabah.Beliau pun memandu saya saat mengisi tiap kolom beserta jumlah uang yang akan diambil.

Saya melihat sinar ketulusan dan mencatat kejadian itu dalam diari pribadi, sekaligus kejadian itu telah menginspirasi banyak hal dalam kehidupan saya dimasa berikutnya. Uang yang dikirimkan oleh orang tua itu bukan untuk bersenang senang , namun sebagai tambahan biaya pendidikan di Universitas Negeri Semarang. 

3. Saya meneguhkan komitmen untuk ramah kepada semua orang sejak bertemu dengan salah satu pegawai Bank. Tampaknya ini seperti pernyataan biasa, tetapi tidak demikian bagi saya. Awalnya saya termasuk orang yang apatis, cenderung egois dan kurang peduli pada orang lain. 

Saya lebih memilih diam dan masa bodoh dengan urusan orang lain. Namun saya menyadari bahwa sikap seperti itu sangat merugikan, saya ingin berubah menjadi lebih baik sebagaimana salah satu pegawai Bank yang telah membantu persoalan kecil yang saya hadapi. 

Saya yakin sikap baik pegawai tersebut telah menjadi salah satu penyebab mengapa beliau menjadi pegawai yang sukses dan bisa menjadi bagian dari bank ternama di Indonesia. Saya yakin bahwa keramahannya selalu dibutuhkan oleh semua nasabah dengan segala masalah yang dihadapinya. Komitmen itu pun saya tulis lengkap dengan tanggal dan waktu kejadian sebagai pengingat bahwa saya harus selalu ramah dengan niat yang benar hingga orang lain merasa nyaman.

4. Mencoba keluar dari jalur biasa. Efek perubahan atas komitmen yang diubah menjadi lebih baik setelah merenungkan sikap keramahan salah satu pegawai Bank mendatangkan kepercayaan. Bentuk kepercayaan yang saya peroleh kala itu adalah dengan terpilihnya saya sebagai mahasiswa baru yang diminta untuk memimpin yel yel di salah satu fakultas yang ada di UNNES pada tahun 2003.

Saya yakin 100 % andai saya masih keras kepala dengan sikap apatis dan egois seperti sebelumnya maka rasanya saya tak mungkin dipilih, saya merasakan energi luar biasa ketika saya memandang teman teman lain dengan tatap keramahan , saya berikan senyum dengan ketulusan dan saya berdiri untuk peduli. Saya berdiri sebagaimana pegawai Bank yang tulus dalam melayani !

Saya mencoba untuk mengobarkan semangat dengan landasan keramahan, sikap simpatik dan respek antara satu dengan yang lain. Semangat pun terus berkobar kobar bersama dengan teriakan gegap gempita semua mahasiswa FMIPA kala itu. 

5. Pertama kali mengenal internet adalah akibat bertemu dengan salah satu nasabah Bank. Saat itu saya sedang duduk untuk menunggu antrian di kantor Bank. Di sebelah saya ada seorang pria setengah baya yang membawa buku dengan judul yang berhubungan dengan internet. 

Saya mencoba untuk menyapanya dengan ramah hingga obrolan hangat pun tercipta. Dengan sangat lancar, ia menjelaskan bagiamana keunggulan teknologi yang bernama internet, bahkan ia meramalkan suatu hari nanti semua orang akan lebih banyak memakai media online dibandingkan dengan media offline. 

Saya hanya manggut manggut saja sambil sesekali tersenyum kepadanya. Tetapi saya mencatat penjelasan pentingnya mengenai layanan email, website dan peluang bisnis yang bisa diraih dengan memanfaatkan dunia online. Meski semua masih terasa asing, entah kenapa saya sangat tertarik hingga tanpa sadar obrolan jadi terputus karena beliau harus menuju ke bagian teller Bank. 

Setelah dia menyelesaikan urusannya di bagian teller, sejatinya saya ingin mengejarnya untuk memenuhi rasa penasaran saya akan internet. Saya urungkan niat untuk mengejarnya dan kembali mengingat ingat kata katanya "suatu hari nanti semua orang akan lebih banyak memakai media online dibandinkan media offline".

Itu ternyata bukan sembarang kata kata, fakta membuktikan, di tahun 2015 makin banyak orang yang terhubung secara online dengan dukungan internet. Sekaligus kata kata itu juga telah menjadi pendorong bagi saya untuk belajar internet beberapa tahun kemudian.

6. Kejadian bersama Bank telah menginspirasi saya untuk mengenalkan bank ini pada sekelompok anak anak yang masih sekolah di tingkat dasar dan jauh dari perkotaan. Meski kegiatan itu tampaknya kini sudah tidak dilanjutkan, namun  saya membuktikan bahwa sikap keramahan dan kepedulian telah mencipatakan energi baru yang bermanfaat dalam hidup. (Untuk tulisan yang berhubungan dengan pengalaman nyata ini akan saya uraikan secara terpisah).

7. Menjadi salah satu nasabah Bank memungkinkan saya untuk membuat catatan pribadi yang lebih baik dibandingkan buku diary. Saya yakin bahwa pertemuan dengan pegawai Bank dan salah satu nasabah yang mengenalkan sisi lain dari internet sudah direncanakan oleh Tuhan. Itu merupakan peristiwa ajaib yang membuka berbagai kesempatan dan peluang sebagaimana tergambar dalam fakta fakta berikut ini :

-  Saya jadi sangat terobsesi dan menetapkan komitmen untuk ramah kepada semua orang sepanjang hidup. Saya tak ingin menjadi orang egois, apatis dan masa bodoh. Saya ingin lebih banyak belajar untuk segala hal yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

-  Saya jadi mengenal dunia lebih luas. Kantor Bank menjadi titik pertemuan yang membuka mata akan kedahsyatan dunia maya, kekuatan besar dari internet dan gaya hidup online yang dipakai banyak orang saat ini. 

-  Komitmen keramahan telah mendorong saya membuka pikiran akan pengetahuan dasar mengenai bagaimana membuat website sendiri, bagaimana menulis untuk media online seperti blog, situs jejaring sosial dan lain sebagainya. 

Pembaca mungkin kaget, dulu saya sangat alergi kalau diminta untuk membuat tulisan atau karangan, namun semua berubah ketika komitmen keramahan itu mulai berpengaruh dalam perjalan hidup saya. 

Saya tidak hanya menulis, tetapi saya mulai belajar mengenai internet marketing, dan pernah beberapa kali memenangkan lomba penulisan di radio dan media lain.Puncaknya, saya pun tergerak untuk membeli nama domain www.gagal.id lalu saya ubah menjadi blog pribadi seperti sekarang ini. 

www.gagal.id tak akan pernah saya beli andai saja saya tak pernah mengenal internet beberapa tahun lalu di kantor Bank saat sedang menunggu antrian, www.gagal.id mungkin tak akan berarti apa apa ketika semua itu lahir bukan dari pengalaman nyata sebagai nasabah. 

Terus apa makna ringkas dari 7 keajaiban yang sudah saya uraian di atas? Makna pentingnya hanya satu yaitu keramahan yang ditunjukkan oleh Bank ( dalam hal ini oleh salah satu pegawai yang pernah melayani saya) merupakan kekuatan tak terlihat yang membuat bank makin kuat , makin dicintai oleh nasabah dan tetap masuk dalam jajaran bank bank ternama di Indonesia. Terima kasih

3 Juli 2015

100 Orang Sudah Membaca Ini

Tabungan yang paling menguntungkan

Saat anda bertanya sebenarnya tabungan yang paling menguntungkan seperti apa, karena hampir semua bank menyatakan jika produk tabungan yang...

Order Jasa Kami? Cantumkan No HP dan Rincikan Rencana Anda

Nama

Email *

Pesan *