Rahasia harta karun dibalik kesuksesan manusia

Apa yang membuat seorang Cristiano Ronaldo, Warren Buffet, Bill Gates, Bruce Lee, atau Oprah Winfrey menjadi manusia-manusia hebat? Lalu dalam skala yang lebih kecil, apa yang menyebabkan beberapa orang yang kita kenal menjadi begitu hebat dibanding sebagian besar lainnya? Boleh jadi bagi sebagian besar kita, jawabannya adalah: karena “alam” telah menganugerahi mereka suatu bakat alami sehingga mengantar mereka menjadi orang-orang terbaik dalam bidangnya masing-masing.

Tapi benarkah sesederhana itu..? Sayangnya, berbagai penelitian ilmiah justru membuktikan sebaliknya. Kebesaran mereka, terutama disebabkan oleh usaha keras yang tak kenal lelah, sepanjang waktu tertentu. Singkatnya, kita akan mampu mencapai kebesaran (greatness) setelah melalui sejumlah besar kerja keras selama bertahun-tahun. Dan malahan bukan sekadar kerja keras, terkadang juga perlu pengorbanan yang menyakitkan.

Buffett, misalnya, terkenal karena disiplin yang ia jalani dan jam-jam membosankan yang ia habiskan untuk mempelajari laporan keuangan terkait target investasi potensial.
Kabar baiknya adalah bahwa minimnya bakat seseorang itu sedikit hubungannya dengan kebesaran seseorang. Kita selalu bisa sukses, dalam bidang apapun yang ditekuni, meski kita kurang memiliki bakat bawaan.

Berbagai penelitian menghasilkan temuan yang konsisten. Bahwa bakat bukanlah sifat-sifat kecerdasan, motivasi atau kepribadian, melainkan kemampuan bawaan dalam melakukan beberapa kegiatan tertentu. Para peneliti menemukan fakta, bahwa di hampir setiap bidang usaha, pada awalnya sebagian besar orang belajar dengan cepat, tapi kemudian lebih lambat dan akhirnya berhenti berkembang sepenuhnya. Akan tetapi sebagian lainnya berhasil meningkatkan diri selama beberapa tahun bahkan puluhan tahun berikutnya, hingga akhirnya mencapai kesuksesannya.

Lantas, mengapa sebagian orang bisa terus meningkatkan kemampuannya, sementara sebagian besar yang lainnya berhenti berkembang sama sekali? Profesor K. Anders Ericsson dari Florida State University, beserta para ilmuwan di seluruh dunia telah melakukan sejumlah studi dan pengamatan yang konsisten sejak tahun 1993, pada bidang olahraga, musik catur, dan beberapa bidang lain, termasuk bisnis.

Bagaimana hasilnya? Secara singkat bisa diringkas, "Tidak ada seorang pun yang bisa menjadi besar, hebat atau luar biasa tanpa bekerja keras." Maka, kalau sebelumnya Anda meyakini bahwa dengan menekuni bidang tertentu di mana Anda memiliki bakat alami, akan membuat Anda menjadi hebat sejak awal usaha, maka hal itu tidak akan pernah terjadi. Tidak pernah ada bukti yang mendukung bahwa kinerja tingkat tinggi dapat dicapai tanpa pengalaman atau praktik.

Para peneliti bahkan menemukan bukti yang mendukung, bahwa orang-orang yang paling berhasil di bidangnya selalu membutuhkan sekitar sepuluh tahun kerja keras sebelum menjadi kelas dunia. Ini pola yang secara konsisten diperoleh para peneliti sehingga terkenal dengan “aturan sepuluh tahun,” atau populer dengan sebutan “10.000 hours effect.”

Lalu, bagaimana dengan Bobby Fischer, misalnya, yang menjadi grandmaster catur pada usia 16 tahun? Ternyata aturan itu pun juga berlaku, karena ia sudah melakukan latihan secara intensif sejak umur 7 tahun. Bahkan, John Horn dari University of Southern California dan Hiromi Masunaga dari California State University mengingatkan, "Aturan sepuluh tahun merupakan perkiraan yang sangat kasar, dan sebagian besar peneliti menganggapnya sebagai minimal, bukan rata-rata." Mengingat dalam berbagai bidang—khususnya musik dan sastra―seorang yang ternama bahkan perlu pengalaman selama 20 atau 30 tahun sebelum ia bisa mencapai penampilan puncaknya.

100 Orang Sudah Membaca Ini

Tabungan yang paling menguntungkan

Saat anda bertanya sebenarnya tabungan yang paling menguntungkan seperti apa, karena hampir semua bank menyatakan jika produk tabungan yang...

Order Jasa Kami? Cantumkan No HP dan Rincikan Rencana Anda

Nama

Email *

Pesan *