Cara bercermin dengan semangat kecantikan jiwa

Beberapa waktu lalu, saya sempat mendengar sebuah lagu yang didendangkan oleh anak saya. Lagu yang sedang tren itu dinyanyikan oleh Justin Timberlake, berjudul "Mirrors". Saya sendiri kurang mengerti apa isi lagu tersebut. Tapi, judul lagunya mengingatkan saya pada sebuah benda sederhana yang kerap saya jumpai setiap hari, cermin.

Bagi saya, cermin punya banyak arti. Bukan sekadar untuk memantas diri. Namun, cermin adalah sebuah refleksi diri kita. Tanpa cermin, kita tak bisa “mengoreksi” apa yang kurang dari penampilan kita. Karena itulah, saya “belajar” banyak dari cermin.

Saya sendiri dulu kerap berefleksi di depan cermin saat menghadapi hal yang kurang mengenakkan, atau peristiwa yang kurang sesuai dengan keinginan. Dalam sosok kembaran di dalam cermin, saya lantas berpatut diri. Sembari, saya ucapkan hal-hal yang menguatkan, untuk mengembalikan semangat juang yang sempat turun:

“Andrie, kamu pasti kuat! Kamu hanya sedang mengalami proses untuk belajar jadi lebih baik lagi. Ini hanyalah ujian untuk menjadikanmu lebih kokoh untuk menentukan masa depanmu!” begitu ungkapan isi hati yang saya tumpahkan pada sosok kembaran saya di depan cermin.

Saya melakukan itu karena saya yakin, yang mampu mengubah diri saya, ya hanya saya sendiri. Meski ada bantuan orang lain & motivasi dari orang-orang terdekat, tanpa kita sendiri yang berbuat, tidak akan ada perubahan sejati.

Berwirausaha merupakan jalan bahkan solusi untuk meningkatkan potensi ekonomi ke arah yang lebih baik. Dengan dasar itulah sering kali terdapat anggapan dengan mengambil peran sebagai pengusaha serta belajar teori entrepreneur kita dapat meraih sukses yang lebih bernilai. Sayang, banyak yang berguguran sebelum sukses sebenarnya didapatkan. Semua itu, jika ditelusuri berujung pada belum adanya kesiapan mental sebagai seorang entrepreneur sejati.

Di sinilah, seorang entrepreneur sejati membutuhkan the spirit of entrepreneurship, ilmu success wisdom, pelajaran, pengalaman, pengetahuan, yang akan memperkuat ketajaman berpikir, kekayaan mentalitas, dan kecepatan geraknya untuk meraih sukses di bidang digeluti.

Dengan berguru pada orang tepat, figur yang hebat, dan teladan yang kuat, seorang entrepreneur akan tergugah jiwa dan tercerahkan cara berpikirnya untuk menghadapi berbagai kondisi. Karena itulah, perlu kiranya seorang entrepreneur meluaskan cakrawala pandang berpikirnya dengan mengambil intisari pembelajaran mentalitas entrepreneur pada mereka yang terbukti telah berhasil meraih sukses.

Dan, sejalan dengan filosofi Bapak Andrie Wongso “Success is My Right”, bahwa kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu, sukses milik siapa saja yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati, maka bukanlah sesuatu yang mustahil jika seorang yang mau belajar, meresapi, dan mempraktikkan ilmu yang didapat dari figur yang tepat akan mampu menajamkan jiwa berwirausahanya sehingga dapat mengubah kualitas hidup agar lebih bernilai bagi diri dan masyarakat.

Mari kita bercermin dengan suka hati. Kalau ada sedikit noda ya tidak apa-apa, tidak perlu malu hati. Nobody's perfect! Yang penting: fokus memperbaiki kekurangan, fokus pada apa yang bisa kita lakukan untuk menjadikan tahun baru ini lebih berarti, lebih bermakna, dan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Motivation source: Andrie Wongso

100 Orang Sudah Membaca Ini

Tabungan yang paling menguntungkan

Saat anda bertanya sebenarnya tabungan yang paling menguntungkan seperti apa, karena hampir semua bank menyatakan jika produk tabungan yang...

Order Jasa Kami? Cantumkan No HP dan Rincikan Rencana Anda

Nama

Email *

Pesan *